Desa Wisata di Jawa Tengah : Candirejo (The first of six papers)

Desa wisata didefinisikan sebagai wilayah perdesaan dengan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian desa meliputi struktur, ruang, arsitektur bangunan, pola kehidupan sosial budaya masyarakat, menyediakan kebutuhan pokok wisatawan (Pitana, 1999).

Di Jawa Tengah yang mempunnyai brand “Passion, Strength, Heritage” yang bermakna semangat orang Jawa sebagai kekuatan yang berdasar pada warisan luhur Budaya Jawa. Jawa Tengah memiliki beberapa desa wisata yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Jawa Tengah dengan ke unikan dan daya tarik masing-masing. Penulis mencoret setidaknya ada enam desa wisata di Jawa Tengah menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah. Karena banyaknya desa wisata, maka coretan terbagi menjadi enam bahagian.

Siapa tau, kabupaten anda adalah bahagiannya. Simak..

Desa Wisata CANDIREJO
Desa wisata Candirejo terletak di kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari keajaiban dunia Candi Borobudur. Jarak dengan kota Semarang sekitar 90km, apabila berjalan melalui kota Solo berjarak sekitar 100km. Mamun ketika memilih dari Jogjakarta jaraknya hanya sekitar 40km.

Candirejo dapat diartikan sebagai wilayah yang berbatu-batu namun subur. Masyarakat setempat memiliki keterampilan membuat cinderamata atau kerajinan tangan yang terbuat dari bambu dan daun pandan. Yang menjadi keunikan desa ini adalah sebuah sistem pertanian, budaya masyarakat, kegiatan masyarakat yang sangat agraris, dan sketsa pemandangan yang sangat menawan.

Pada bulan tertentu merupakan masa penen raya masyarakat Candirejo, banyak menghasilkan buah pepaya dan buah segar lainnya, sehingga masyarakat dapat langsung memetik buah tersebut dan langsung menikmatinya dari kebun.

Selain itu, pelancong dapat membuat slondok ‘makanan yang di olah dari singkong’ dan belajar memainkan gamelan, sebuah alat musik khas jawa. Sebagai alat transportasi masyarakat dapat berkeliling desa dengan menggunakan andong (delman).

Pada waktu tertentu, pelancong dapat menyaksikan upacara yang mengambarkan betapa masyarakat Candirejo sangat menghormati leluhurnya. Beberapa upacara adat yang bisa disaksikan misal Nyadran (mirip sedekah bumi) di Gunung Mjil, Saparan (setiap akan mendekat bulan safar), Perti Desa (Bersih Desa) dan Wayangan.

Pelancong bisa menuju Candirejo dengan mudah kerena akses ke Desa Candirejo cukup baik. Untuk mempertahankan keaslian sebuah perdesaan disediakan rumah penginapan yang seragam dengan penduduk asli yang biasanya tepat bersebelahan dengan rumah masyarakat sendiri. Rumah yang berbentuk limasan sangat menarik untuk ditinggali, terasa nyaman dan sejuk. Apabila suka memasak, pelancong bisa memasak dengan menggunakan Keren (sejenis tembikar kompor dari tanah liat) yang bahan bakarnya dari kayu.

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 13 Juli 2010, in Perjalanan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: