Masjid Ampel,Saksi Pendakwah di tanah Jawa (Bagian Pertama)

Bagi orang Surabaya dan sekitarnya pastilah tidak asing dengan salah satu sunan (wali) dari 9 (sembilan) sunan yang menjadi pendakwah di tanah Jawa. Pada umumnya mereka lebih dikenal dengan wali songo (sembilan wali). Nah, kalau Petualang ada waktu, cobalah menenggok salah satu peninggalan sunan di Surabaya yang ada di utara kota Surabaya. Peninggalan  tersebut tidak lain adalah sebuah masjid kuno Sunan Ampel atau Raden Rahmad, bisa disebut singkat Masjid Ampel. Sunan Ampel sendiri adalah putra dari Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) yang makamnya berada di tengah Kabupaten Gresik.

Masjid Ampel Surabaya

Masjid Ampel Surabaya

Sekitar plus minus 1 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi dari perbatasan Kabupaten Gresik atau Sidoarjo. Disebut masjid Ampel sendiri memang karena letak masjid dan makan tersebut di kelurahan Ampel, kota Surabaya. Yuk simak penelurusan Coretan Petualang mengambil spot spot Masjid Ampel.

Kalau Petualang mau ke Masjid Ampel banyak cara untuk sampai kesana, salah satunya dengan bus. Jika bus dari jalur selatan dan Pantura biasanya Petualang akan berhenti di  Terminal Bungurasih (Purabaya), dari terminal ini Petualang bisa menaiki bus Damri jurusan Terminal Tanjung Perak. Kalau ngak salah, saat ini (2015) untuk tarif AC Rp.6.000 untuk non Ac 4.000,-. Yang perlu Petualang lakukan adalah berhenti di Jalan Jakarta. Nah dari situ Petualang bisa naik angkot menuju Masjid Sunan Ampel/jalan KH Mas Mansyur.

Bis Damri Bungurasih Perak

Bis Damri Bungurasih Perak

Namun jika dari Terminal Osowilangun, bisa naik angkot ijo. Turun saja di Jembatan Merah Plaza (JMP). Lalu bisa naik angkot ke jalan KH. Mas Mansyur. Atau naik becak sekitar 10.000,-. Mudah kan? Dari penelurusan di masjid Ampel, ternyata jamaah yang datang lebih banyak rombongan (dengan menggunakan bus) peziarah makam sunan Ampel dari berbagai daerah, baik dalam provinsi hingga luar Jawa.  Biasanya peziarah ini tidak melewati jalan KH. Mas Mansyur namun berkumpul di area parkir timur masjid Ampel, di jalan Nyamplungan. Dan tau tidak, ternyata penamaan  jalan Mas Mansyur sendiri dari tokoh nasional yang makamnya ada di area Masjid Ampel. Pasti Petualang ingat siapa sih pahlawan nasional KH Mas Mansyur.

Makam KH Mas Mansyur

Makam KH Mas Mansyur

Untuk kendaraan pribadi boleh lewat mana saja, untuk parkir bisa di area parkir bus atau masuk lewat jalan Petukangan. Kebetulan Coretan Petualang mendarat di jalan KH Mas Mansyur jadi saat berseluncur melewati jalan petukangan dan parkir di sebelah barat masjid. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, setibanya di jalan Mas Mansyur, Petualang bisa masuk ke gang mana saja, karena semuanya menghubungkan ke pasar Masjid Ampel.

Membandingkan letak ruangan masjid Ampel yang sekarang dan yang asli (sebelum dilebarkan) masjid Ampel tidak sebesar yang terlihat sekarang. Hal itu dikarenakan aera masjid sudah mengalami pelebaran ke arah timur disebabkan banyaknya peziarah yang datang dari penjuru nusantara. Keberadaan Masjid Ampel sendiri persis di tengah komplek pemukiman padat penduduk. Sehingga petualang jika akan menuju masjid Ampel akan mendapati banyak aktivitas penduduk lokal baik pusat perbelanjaan kios/toko maupun rumah pribadi.

Sudut jalan Masjid Ampel

Sudut jalan Masjid Ampel

Hal ini berbeda jadi membandingkan dengan masjid Agung Semarang (pasar Johar) dan masjid agung Cirebon yang cenderung lebih luas karena terdapat alon-alon. Kembali ke masjid Ampel, karena perkembangan zaman dan penduduk, menyebabkan masjid Ampel sendiri sudah seperti masjid tengah kampung. Sama seperti keberadaan masjid Sunan Kali Jaga dan Masjid Pekayun yang ada di Semarang.  Selain Komplek masjid Ampel sendiri, terdapat tempat-tempat khusus yang banyak didatangai oleh para pezarah yaitu makam Sunan Ampel, makam mbah sholeh, Makam Mbah Bolong yang punya cerita menarik dan tentu saja makam Pahlawan Nasional KH. Mas Mansyur.

Salah satu bangunan di masjid Ampel Surabaya

Salah satu bangunan di masjid Ampel Surabaya

(Bersambung ke Bagian Kedua)

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 31 Mei 2015, in Perjalanan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Semoga dengan melihat postingan ini dapat mempertebal kadar keimanan kita ya gan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: