Arsip Blog

Yuk Tengok Isi Menara Masjid Agung Jateng!

Menara Masjid Agung Jawa Tengah Malam Hari.

Menara Masjid Agung Jawa Tengah Malam Hari.

Sebenarnya apa sih yang ada di dalam Menara Masjid Agung Jawa Tengah? Mungkin itulah yang ditanyakan seseorang ketika pertama kali datang di MAJT. Rasa penasaran yang kemudian membuat langkah menuju menara tersebut. Namun jangan kaget kalau ternyata di dalam menara Masjid terdapat 4 bagian (kalau boleh dibagi :D) yang saling terhubung satu sama lain dengan lift. Simak  yaa. PerdalamCoretan

Lebih Dekat Dengan Semarang : Catatan Sejarah Kebudayaan Semarang Tempo Dulu.

Kota Semarang merupakan ibu kota Propinsi Jawa Tengah yang terletak disebelah utara pulau Jawa, secara geografis kota Semarang bersebelahan dengan Kabupaten Kendal di sebelah barat, Kabupaten Ungaran di sebelah selatan dan sebelah timur terdapat Kabupaten Demak. Luas kota Semarang hanya sekitar 373,67 km. Dihuni sekitar 1,3 juta jiwa yang beraneka ragam budaya dan kekhasan masing-masing. Berkembang beberapa suku seperti Jawa, Tionghua dan Arab, serta memiliki budaya yang menarik yang merupakan perpaduan budaya-budaya yang dahulunya merupakan cikal-bakal Semarang. Merujuk pada bangunan sejarah dan nama-nama tempat di kota Semarang, maka kebudayaan yang pada saat lalu berkembang seperti Islam, Tionghua, Eropa dan Jawa (pribumi). Keempat kebudayaan tersebut berbaur yang berpengaruh penting pada perkembangan Semarang tempo dulu. Sisa kebudayaan tersebut masih berdiri dengan kokoh diterpa budaya modern yang berada disekitar Pasar Johar (Kali mberok). Perdalam Coretan

Sejuta Sejarah Perkembangan Semarang Tempo Dulu di Kali Mberok

Kali Mberok Johar dan Kota Lama Semarang

Kali (Sungai) Mberok, begitu masyarakat Kota Semarang menyebutnya. Kali Mberok (Berok) terletak persis di jantung ekonomi tradisional Semarang Pasar Johar yang menghubungkan antara Kota Lama Semarang dan Kota modern Semarang sekarang. Berkerumun pula sejarah masjid-masjid kuno Semarang yang ada disekitar Kali Mberok. Kata Mberok sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, dalam pelafalan lidah Belanda sebenarnya adalah Burg (jembatan), karena kebanyakan orang jawa sulit untuk melafalkan dalam bahasa Belanda maka kemudian lama-kelamaan kata Burg berubah menjadi Berok atau Mberok. Jembatan yang dimaksud berjajar mengubungkan aktivitas masyarakat Semarang yang terdapat di Jalan Pemuda – Kota Lama, area pasar Johar, dan Jalan Layur berdekatan dengan Masjid Menara Kampung Melayu. Perdalam Coretan

Masjid Agung Jawa Tengah : Dari Berbagai Sisi

Dijawa Tengah. lebih tepatnya di kota Semarang telah mempunyai masjid besar (agung) yang bernama Masjid Agung Jawa Tengah. Letaknya hanya sekitar 15 menit dari Simpang Lima Semarang. Dengan lahan sekitar 10 ha, Masjid Agung Jawa Tengah ternyata mampu memukau ribuan jamaah dari berbagai kota diseluruh Indonesia. Dengan gaya arsitektur yang fenomenal perpaduan antara gaya etnik jawa di ukiran jendela, bangunan utama masjid dan bedug ijo. Sementara arsitektur Timur Tengah menghiasi di sisi bagian luar Masjid ditambah payung ekstra raksasa di tempatkan berjumlah 6 buah yang berfungsi untuk meneduhkan jamaah yang sedang melakukan ibadah. Lantai yang terbuat dari marmer (granit) ternyata sangat bagus dan terkesan menjiwai gaya arsitektur yang menajubkan. Marmer ini selain berukuran besar juga mampu nemimbulkan banyangan bentuk Masjid yang elok dan menarik. Perdalam Coretan

Semarang Sisi Lain : Menelisik Masjid Kuno (Bagian Kedua)

Kota Semarang dengan semua ke unikan dan daya tarik tersendiri, menyimpan berbagai sudut-sudut pemandangan yang berbeda. Setelah menguak tentang sisi lain Kota Semarang bagian pertama, saatnya untuk menjelajah sudut kota yang lain yang tersembunyi dari banyak mata. Untuk yang sisi lain ini mengulas tentang masjid tua atau masjid lama yang berada di kota Semarang. Masjid tersebut dahulu merupakan cikal bakal berdirinya Semarang, termasuk salah satu tokoh yang terkenal adalah Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Tembayat (Bayat). Masjid Lama Kota Semarang berada dalam satu kawasan yang tidak saling berjauhan, berkumpul di sekitar kawasan Kota Lama Semarang yang merupakan pusat perekonomian Semarang tempo dulu. Beberapa masjid masaih kokoh berdiri dan digunakan oleh masyarakat sekitar. Masjid tersebut adalah Masjid Layur (Masjid Menara), Masjid Besar Kauman, dan Masjid Sekayu. Perdalam Coretan

Kota Lama Semarang : Jelajah Kampung Eropa Malam Hari

Kawasan Kota Lama Semarang

Kota lama Semarang dimulai pertama kali pada abad ke 18 ketika era pemerintahan Hindia Belanda. Hampir sama dengan kota lama-kota lama di berbagai kota besar di sepanjang pulau Jawa seperti Surakarta, Jogjakarta dan Jakarta. Semarang juga memiliki kota lama dimana ketika itu sebagai pusat perekonomian dan budaya masyarakat Jawa Tengah sekaligus menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda yang berada di Jawa Tengah. Pada masanya dahulu beberapa etnis berkumpul menjadi satu di area kota lama Semarang. Dibagian utara yang dipotong oleh Kali Mberok terdapat kawasan kampung melayu yang beragama islam dengan peninggalan berupa Masjid Layur (Masjid Menara) , sementara di sisi barat terdapat kawasan orang Jawa islam dengan dibangunnya Masjid Kauman Semarang.  Sedang disisi selatan, terdapat pemukiman keturunan cina yang berkumpul menjadi satu membentuk kawasan Pecinan Semarang. Sedang bagian dalam Kota Lama terdapat bagunan arsitektur yang bagus, masyarakat menamai dengan gereja Blenduk. Perdalam Coretan

%d blogger menyukai ini: