Desa Wisata Jawa Tengah : Desa Karangbanjar Purbalingga (The fifth of six papers)

Desa wisata Karangbanjar terletak di kabupaten Purbalingga, propinsi Jawa Tengah. Desa Wisata Karangbanjar berada sekitar 2 km dari ibukota kecamatan Bojongsari atau sekitar 5 km dari arah sebelah utara ibukota kabupaten Purbalingga. Di sebelah utara, berbatasan dengan desa Sumingkir dan Beji, di sebelah selatan, dengan desa Munjul, di sebelah timur dengan desa Bojongsori dan Kajongan, serta di sebelah barat dengan desa Kutasari.

Desa Karangbanjar memiliki luas 148,35 hektar yang terdiri atas wilayah persawahan seluas 110,16 hektar, areal pekarangan seluas 271,35 hektar, dan lainnya seluas 10,85 hektar. Jumlah penduduk desa Karangbanjar adalah 3731 jiwa (per tahun 2006).  Dengan penduduk yang sebagian besarnya bermata pencaharian sebagai petani, menunjukkan bahwa desa Karangbanjar layak sebagai desa wisata yang kental dengan kultur masyarakat jawa.

Desa wisata Karangbanjar ini menonjolkan kerajinan yang beranekaragam yang bisa membuat para pelancong wisata alam gemar untuk menjadikan cinderamata yang sangat berharga. Karena kerajinan dari desa ini rata-rata dibuat dengan tangan (handmade).

Pelancong yang datang ke Desa ini dapat menikmati aneka hiburan yang tersedia secara alam maupun dibuat oleh masyarakat setempat untuk memanjakan wisatawan yang datang ke desa. Beberapa hiburan yang tersedia semisal kolam pemancingan, yang tersedia ikan yang dapat dimasak langsung dan disediakan gazebo sebagai tempat santai keluarga atau pelancong yang memamcing disana.

Ada juga berbagai kebun sayur dan buah-buahan beraneka macam. Dengan landscape yang indah karena ada gunung Slamet nan eksotis dan menawan. Pelancong dapat menikmati pemandangan dan berfoto ria dengan keluarga. Apabila tertarik untuk memetik sekaligus membeli aneka sayur dan buah disawah bisa langsung membeli di tempat.

Dengan pemandangan yang indah, Desa Karangbanjar juga menyediakan camping land yang bersih dan nyaman. Dengan pemandangan yang sangat indah serta menyejukan setiap mata yang memandang. Dikelilingi oleh sungai-sungai kecil yang memiliki sumber mata air di sekitarnya, menambah elok camping land. Untuk berbagai pertemuan di camping land disediakan sebuah gedung pertemuan yang terletak di puncak bukit sekitar camping land.

Sebagai tambahan wisata desa, Karangbanjar juga memberikan sebuah fenomena yang menarik yaitu peternakan sapi yang dilakukan secara modern. Pelancong dapat langsung melihat proses pemeliharaan sapi dengan teknik terpadu. Tentunya ini akan menambah wawasan para pelancong tentang memelihara sapi.

Pelancong juga bisa menikmati langsung pembuatan kerajinan yang merupakan andalan masyarakat Karangbanjar seperti pembuatan rambut palsu, aneka macam sapu seperti sapu dari bunga glagah, sapu lidi, sapu ijuk, sapu hamada dan kemoceng. Juga kerajinan dari tempurung kelapa seperti gayung, centong, sapu, sendok, asabak dan hiasan lainnya.

Aneka kerajinan yang berasal dari kayu seperti pembubutan kayu, kerajinan rotan, cinderamata perkawinan, dan pembuatan cat tembok. Bermacam-macam olahan pangan seperti jenang, wajik, roti satu koyah, rengginang, buntul caran manggang, kripik ikan, badeg (legen), keripik ketela/pisang, onde-onde, cenil dan gurame bakar khas Karangbanjar. Kesemuanya dibuat untuk memanjakan pelancong disana dan juga untuk menemani pulang penacong sebagai oleh-oleh. Ingin memiliki salah satu, pelancong bisa juga membeli disana.

Belum sepenuhnya puas dengan Desa Wisata Karangbanjar, pelancong dapat berpergian di sekitar desa yang letaknya tidak sangat jauh. Beberapa tempat yang layak dikunjungi adalah Owabong, Museum Uang dan Taman buah. Owabong merupakan obyek wisata air yang mirip seperti Waterboom. Selain dapat bermain air sepuasnya, pelancong juga disuguhkan dengan berbagai satwa yang menarik untuk dilihat. Selain itu terdapat akuarium ikan yang lokasinya terletak di desa Purbayasa, kecamatan Padamara, kabupaten Purbalingga.

Tak lengkap rasanya pergi ke Desa Wisata tanpa mengenal budaya dan kesenia yang menjadi ciri khas masyarakat disekitarnya. Dan, Desa Karangbanjar ini menyediakan petualangan budaya seperti upacara penyambutan pelancong yang datang kesana. Juga dalam waktu tertentu pelancong bisa menikmati aneka budaya yang mamu memukau hati dan mata yang memandannya seperti kesenian Calung Banyumasan ( Calung : memukul bambu wulung, dipukul dengan berulang-ulang) yaitu seperangkat musik khas Banyumasan yang dibuat dari bambu wulung (bambu coklat) yang mirip dengan alat musik gamelan Jawa Timur.

Calung Banyumasan memiliki alunan musik seperti gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang. Ritme musik Calung Banyumasan dilagukan secara dinamis namun cepat, dengan diiringi lagu yang penyanyinya disebut dengan Pesinden. Tarian Calung Banyumasan namanya Jalungmas (Jaipong Calung Banyumasan).

Selain Calung ada juga kesenian Kuda Lumping (Ebeg/Lenggeran) yaitu sebuah tarian dengan penarinya menaiki kuda mainan yang terbuat dari anyaman bambu disertai dengan alunan musik gamelan (gamelan bendhe) yang menyatu.  Dalam penyajian biasanya memiliki cerita yang saling berkaitan seperti babak lenggeran (perkenalan), babak badhutan (permasalahan awal dengan tokoh protagonis), babak jaran calung (permasalahan ) terus terakhir babak baladewan (penyelesaian/keputusan).

Desa wisata Karangbanjar juga memiliki kesenian tradisional yang dalam bahasa jawa disebut Kothekan Lesung (gejog), dimana para ibu memukul lesung (penumbuk padi) dengan irama yang sangat indah dan membahana di sekitarnnya. Kothekan Lesung ini dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Alloh swt karena hasil pertanian yang melimpah dan tidak banyak musibah yang melanda Desa.

Desa Wisata Karangbanjar juga memiliki kesenian yang disebut dengan Genjring/Samproh. Merupakan sebuah kesenian bernuansa islam yang dilakukan dengan alat musik terbangan dipadu dengan lagu yang bernuasa kental dengan islam. Kesenian ini bisanya dilakukan apabila ada hajatan seperti sunatan.

Berbagai kesenian yang terdapat di Desa Karangbanjar masih banyak, seperti berbagai tari-tarian Jawa dan Sanggar Tari tradisional, Wayang Kulit Banyumasan, Rebana (genjring), Padepokan Seni tradisional, serta Karawitan.

Sebagai sarana akomodasi dan transportasi, pelancong tidak usah panik. Desa ini menyediakan pelayanan terhadap para pengunjung yang ingin menginap di desa wisata Karangbanjar, masyarakat telah menyiapkan kediamannya untuk dijadikan kamar pondokan (home stay). Kamar-kamar pondokan ini telah memenuhi syarat dan layak huni serta sehat. Masalah tarif tidak masalah, karena harga pondokan terbilang cukup murah.



  1. hal ini tentu menjadi salah satu aset yang berguna bagi pembangunan di kabupaten purbalingga, jawa tengah.

  2. minta ijin kalo boleh saya mau republish tulisan nya untuk website Purbalingga di kotaperwira.com ?

    • Monggo, silakan… boleh-boleh.. ^_^
      Semoga bermanfaat…
      # Kalau untuk menunjukan potensi wisata, keindahan alam, ragam budaya, dan kultur sosial masyarakat, boleh siapa saja untuk publish tulisan di coretan petualang..

  3. wah,,penjelasan yang sangat bagus gan,,
    ijin share yah 🙂

    • Kalau bisa adat istiadatnya atau budayanya di perkental lagi supaya lbh di kenal dan lbh banyak wisatawanya. Jangan pernah di lupakan kesenian dan acara2 adat harus di kembangkan supaya lbh menarik wisatawan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: