Arsip Blog

Liputan: Semarak Jateng Fair (2013)

Jateng Fair merupakan event tahunan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini (2013) tempat pelaksanaan event tahunan tersebut selalu di PRPP (dekat dengan #Pantai Marina). Dengan tema yang berbeda tiap tahunnya, namun pada intinya hampir sama untuk setiap tahunnya. Hanya penambahan beberapa fasilitas pendukung yang dirasa bisa memikat semua orang untuk datang berkunjung ke Jateng Fair.

Keramain di Jateng Fair Sore Hari

Keramain di Jateng Fair Sore Hari

Di tahun ini Jateng Fair dilaksanakan dari tanggal 13 Juni hingga 30 Juni 2013. Sama ramainya dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang baru adalah melihat hiu dan konsep lampion yang berjumlah ratusan yang ada di bagian luar arena. Seperti sebuah template yang siap diisi dengan segala sesuatu, Jateng Fair hampir tidak ada absen dari stan Pemerintah Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.  Perdalam Coretan

Semarang Night Carnival, Meriahnya Ulang Tahun Semarang.

Semarang Night Carnival

Semarang Night Carnival

Semarang Night Carnival sebenarnya merupakan perayaan yang dilakukan untuk memeriahkan hari jadi kota Semarang yang jatuh pada tanggal 2 mei, sehingga semarak kemeriahan tersebut di tutup dengan kegiatan carnaval masyarakat. Pada tahun 2013, kota Semarang akan merayakan hari jadi yang ke 466. Sebenarnya banyak sekali rangkaian acara untuk memeriahkan hari jadi kota Semarang, namun SNC (Semarang Night Carnival) menjadi lebih spesial karena memang baru beberapa tahun ini masyarakat Semarang menyaksikan carnaval rakyat yang dilakukan di malam hari.

Pada tahun 2013 rencana SNC akan digelar pada jumat tanggal 3 mei 2013. Tema yang diusung adalah Semarang Semarak Warna, dengan kostum yang beraneka warna akan memeriahkan sesuai dengan tema yang ada. Rute SNC adalah Balai Kota Semarang (Jl. Pemuda) – Tugu Muda – Jl. Pandanaran – Simpang Lima – Jl. Pahlawan. Buat Petualang yang akan menyaksikan carnaval ini, silakan coba beberapa tips melihat carnaval di malam hari, yang mudah-mudahan berguna.  Perdalam Coretan

Jateng Fair : Ayo Wisata di Jawa Tengah !

Jateng Fair merupakan pesta rakyat yang dimeriahkan melalui beberapa kegiatan yang sangat menarik yang dipusatkan di ibu kota Jawa Tengah (Kota Semarang). Salah satu yang menjadi andalan adalah pemeran keragaman budaya, komoditas ekonomi, potensi rekreasi dan berbagai macam keunikan pada tiap kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Selain memamerkan keunikan setiap daerah juga menyajikan berbagai kegiatan-kegiatan yang berasal dari dinas-dinas birokrasi yang ada di Jawa Tengah. Banyak pula masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam Jateng Fair misalnya menjual produk andalan masing-masing seperti kerajinan handycraft, aneka makanan, dan banyak macam yang lain. Tak hanya itu, di Jateng Fair juga banyak permainan fantasi dan hiburan musik. Di 2012,  Jateng Fair mempunyai tema : Ayo Wisata di Jawa Tengah ! Perdalam Coretan

Sepenggal Perjalanan Meretas Waktu di Masjid Agung Demak.

Masjid Agung Demak

Demak terletak di sebelah utara dipesisir laut Jawa bersebelahan dengan Kota Semarang dan laut Jawa di sebelah barat dan Kabupaten kudus disebelah timur. Di Demak membentang dua jalur lalu lintas utama yang menghubungkan antar kabupaten di Jawa sebelah utara, jalur di utara menghubungkan kota Semarang dan Kendal dengan Kudus dan Jepara melalui pusat Kota Demak. Sedangkan Jalur selatan melalui Mranggen dan Karangawen menghubungkan Kota Semarang dengan Purwodadi. Berbeda dengan kota-kota yang telah menjadi persinggahan Petualangan sebelumnya, di Demak mempunyai obyek petualang yang mempunyai daya tarik tersediri yang lekat dengan petualangan religi. Tak heran banyak Petualang Religi berkunjung ke Demak untuk sebuah pengalaman yang menarik, sederhananya disebut dengan Ziarah (makam). Dari berbagai daerah sepanjang Jawa hingga luar pulau berkunjung ke Demak untuk merasakan lebih dalam tentang susana religi yang menggugah jiwa. Perdalam Coretan

Laksamana Muslim Cheng Ho : Menengok Peninggalan Penjelajah Samudra di Semarang

Klenteng Sam Po Kong Laksamana Muslim Cheng Ho Semarang Kuil

Disudut kota Semarang, ada banyak tempat menarik yang bisa ditemukan untuk melihat sejarah masa lalu, atau hanya sekedar refresing mencari kesegaran pikiran. Kalau petualang terbiasa dengan suasana pantai dan semilir anginnya, silakan berkunjung ke Pantai Maron atau Pantai Marina. Untuk mengenal sejarah jawa dan budayanya bisa berkunjung ke Museum Rongowarsito, Lawang Sewu atau Kota Lama. Sejenak, catatan sejarah bekunjung di abad ke 14 Masehi. Seorang penjelajah samudra dunia, yang mengintari hampir seluruh dunia yang bernama Cheng Ho atau Zheng He atau Haji Mahmud Shams. Dalam tulisan terdahulu tentang Laksamana muslim cheng ho yang mengungkapkan tentang siapa sebenarnya Laksamana Cheng Ho. Nah, sekedar berbagi tentang peninggalan yang menurut sejarah adalah petilasan Cheng Ho ketika berada di Jawa terutama Semarang. Perdalam Coretan

Berburu Pernak-Pernik Cantik dan Menarik di Pasar Johar Semarang.

Kalau Petualang ke Kota Wingko Babat ini, rasanya tidak menarik bila tidak berkunjung ke pasar tradisinoal terbesar di kota Semarang, yaap namanya Pasar Johar. Masyarakat pada umunya lebih mengenal dengan sebutan Johar, padahal selain Johar masih ada pasar Yaik yang bersebelahan dengan Pasar Johar. Walaupun belum dikatakan sebagai pusat oleh-oleh khas Semarang, namun keberadaan kios-kios penjaja souvenir, assesoris dan pernak-pernik cukup bisa diperhitungkan dan dibutuhkan tentunya. Kalaupun secara khusus Pemerintah Kota Semarang lebih bisa memikirkan tentang ”sentra souvenir khas Semarangan” tentu saja akan menjadi icon yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri tentang Semarang. Idenya adalah bagaimana bangunan-bangunan yang menarik tersebar di Semarang mampu mengangkat pariwisata Semarang, seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Lawang Sewu, Tugu Muda, Gereja Blenduk, Masjid Kauman, Klenten Sam Po Kong dan tentu saja kuliner khas Semarangan dalam bentuk souvenir khas Semarangan seperti gantungan kunci, kaos oblong, miniatur dan lain sebagainya. Perdalam Coretan

Lebih Dekat Dengan Semarang : Catatan Sejarah Kebudayaan Semarang Tempo Dulu.

Kota Semarang merupakan ibu kota Propinsi Jawa Tengah yang terletak disebelah utara pulau Jawa, secara geografis kota Semarang bersebelahan dengan Kabupaten Kendal di sebelah barat, Kabupaten Ungaran di sebelah selatan dan sebelah timur terdapat Kabupaten Demak. Luas kota Semarang hanya sekitar 373,67 km. Dihuni sekitar 1,3 juta jiwa yang beraneka ragam budaya dan kekhasan masing-masing. Berkembang beberapa suku seperti Jawa, Tionghua dan Arab, serta memiliki budaya yang menarik yang merupakan perpaduan budaya-budaya yang dahulunya merupakan cikal-bakal Semarang. Merujuk pada bangunan sejarah dan nama-nama tempat di kota Semarang, maka kebudayaan yang pada saat lalu berkembang seperti Islam, Tionghua, Eropa dan Jawa (pribumi). Keempat kebudayaan tersebut berbaur yang berpengaruh penting pada perkembangan Semarang tempo dulu. Sisa kebudayaan tersebut masih berdiri dengan kokoh diterpa budaya modern yang berada disekitar Pasar Johar (Kali mberok). Perdalam Coretan

Bersantai Menikmati Senja di Pantai Marina Semarang

Pantai Marina Semarang Sunset Siluet

Semilir angin dan suara deru ombak menyertai petualangan kali ini, setelah mencoba beberapa waktu untuk sedikit bisa memprediksi sunset pantai di kota Semarang. Walau tak mendapatkan sunset yang menarik, minimal dapat bersantai dipinggir pantai yang indah dan menarik. Pantai Marina terletak di ujung utara kota Semarang bersebarangan lurus dengan Pantai Maron yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani dan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita serta kawasan wisata PRPP. Walau berbeda dengan pantai pasir pada umumnya, Pantai Marina juga menyimpan keindahan tersendiri. Keindahan yang tiada duanya di kota Wingko Babat Semarang. Perdalam Coretan

Meretas Jalan Menuai Waktu di Lawang Sewu yang Artistik dan Unik

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu (seribu pintu), merupakan bangunan yang termasuk cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Letaknya berada di pusat kota Semarang dikelilingi secara berkerumun bangunan dengan konsep yang lebih modern. Namun, bangunan ini tetap berdiri kokoh dan masih sempurna artistik dan keunikannya. Dahulunya, Lawang Sewu merupakan bangunan yang berfungsi sebagai kantor perkeretaapian jaman Hindia Belanda atau biasa disebut dengan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. NIS merupakan perusahaan swasta di bidang kereta api, dan merupakan perusahaan asing pertama yang membangun lintas kereta api di Pulau Jawa pertama kali, bahkan di Indonesia baru pertama kali. Jalur pertama yang dibuat melintasi dari Semarang menuju Surakarta dan Jogjakarta sebagian menuju ke  Ambarawa.  Jalur tersebut mulai dibuat pada tahun 1867. Perdalam Coretan

Masjid Agung Jawa Tengah Megah di Malam Hari

Masjid Agung Jawa Tengah Malam Beranda Payung

Secara khusus dan lebih banyak tentang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah di tulis dalam coretan tedahulu. Dalam tulisan pertama tentang informasi sederhana Masjid Agung Jawa Tengah  dan yang kedua mengupas tentang Masjid Agung Jawa Tengah dari berbagai sisi yang menarik. Namun bagaimana jika Petualang di Masjid MAJT ketika malam hari? Penasaran dengan warna yang meriah dan kelap-kelip lampu disekitar Masjid, nah simak beberapa foto sederhana asal jepret yang didapat dengan kesederhanan. Cukup menarik mengunjungi Masjid terbesar di Jawa Tengah ini dengan segala keunikan dan kemegahan yang ada di dalamnya. Takjub, itulah kata yang tidak bisa dilukiskan dengan sebuah perkataan ketika Petualang mengunjunginya. Amazing… Perdalam Coretan

%d blogger menyukai ini: