Desa Wisata Jawa Tengah : Kampung Batik Laweyan (The second of six papers)

Kampung Batik Laweyan merupakan tempat favorit turis baik lokal maupun mancanegara. Laweyan merupakan kawasan tua di kota Solo yang sangat penting dan terkenal karena hasil budaya yang sangat menarik yaitu kain batik. Pengunjung dapat langsung membeli kain batik yang tersedia di penjuru sudut gang Kampung Batik Laweyan.

Batik merupakan karya seni tradisional yang banyak ditekuni oleh masyarakat Laweyan Solo sampai sekarang. Laweyan merupakan kawasan sentra industri yang sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang 1546 M. Suasana kegiatan membatik di Laweyan tempo dulu banyak didominasi oleh keberadaan para juragan batik sebagai pemilik usaha batik.

Kampung Laweyang hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat kota solo atau dari jl Slamet Riyadi. Lokasi yang mudah dijangkau dari arah manapun, menjadikan Kampung Laweyan mendapat tempat tersendiri dari para pengunjung.
Sebagai kawasan cagar budaya, dilokasi tersebut banyak ditemukan situs-situs bersejarah antara lain Masjid Laweyan, makan Laweyan, Langgar Merdeka, Langgar Makmoer, dan rumah H. Samanhudi (pendiri Serikat Dagang Islam). Kampung Laweyan didesain sedemikian rupa sebagai upaya untuk mempercantik kawasan dan nyaman bagi para pengunjung yang datang ke Kampung Laweyan.

Sebagian besar rumah Kampung Laweyang dibuat sebagia tempat tinggal sekaligus showroom batik-batik yang masyarakat hasilkan. Jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntun merupakan ciri khas utama batik Laweyan, dan beberapa khas batik solo.

Selain karena hasil batik yang sangat menajubkan, pengunjung sejenak bersantai dimanjakan dengan musik khas solo seperti Kroncong , karawitan dan rebana. Musik tersebut merupakan jenis kesenian tradisional yang banyak ditemukan di masyarakat Laweyan.
Bangunan Kampung Laweyan yang kental dengan eksotis dan kemegahan karya seni yang dipengaruhi arsitektur tradisional Jawa, Eropa, Cina dan Islam menambah Kampung Laweyan semakin mengagumkan untuk dikunjungi. Banyak gang sempit yang menghubungkan antar rumah dan jalan sehingga mirip dengan sebuah kawasan kota lama. Memang, pada dasarnya Kampung Laweyang merupakan kota lama yang masih hidup dengan segala keindahannya.
Selain batik, kawasan Kampung Laweyan menyediakan kuliner khas solo seperti sate kere, pecel, tengkleng, garang asem dan aneka masakan khas jawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: