Arsip Blog

Museum Gula Jawa Tengah, Menakar Teknologi Perkebunan Gula di Era Kuno Hingga Modern.

Museum Gula Jawa Tengah

Museum Gula Jawa Tengah terletak di Gondangwinangun, kecamatan Jogonalan, kabupaten Klaten, yang berbatasan dengan Propinsi Jogjakarta di sebelah barat dan Surakarta di sebelah timur. Bagi kebanyakan orang, museum layaknya seperti tempat rosokan (barang bekas) yang tidak lagi berfungsi dan tidak perlu banyak dilihat. Maka tak heran kalau museum merupakan tempat “wisata” terakhir yang menjadi alternatif terakhir oleh kabanyakan masyarakat. Dan tak mengagetkan juga, kalau museum-museum di Jawa Tengah lebih sepi pengunjung dari pada Mall dan Pantai. Melihat kondisi tersebut, mencoba kembali menghidupkan museum sebagai tempat yang sarat akan ilmu dan sejarah tentang bagaimana melihat masa lalu melalui barang-barang yang ada di museum. Setelah berpetualang di Museum Jawa Tengah Ronggowarsito Semarang dan Museum Kereta Api di Ambarawa, coba menengok sejenak museum lain yang bernama Museum Gula Jawa Tengah Gondangwinangun. Perdalam Coretan

Lebih Dekat Dengan Semarang : Catatan Sejarah Kebudayaan Semarang Tempo Dulu.

Kota Semarang merupakan ibu kota Propinsi Jawa Tengah yang terletak disebelah utara pulau Jawa, secara geografis kota Semarang bersebelahan dengan Kabupaten Kendal di sebelah barat, Kabupaten Ungaran di sebelah selatan dan sebelah timur terdapat Kabupaten Demak. Luas kota Semarang hanya sekitar 373,67 km. Dihuni sekitar 1,3 juta jiwa yang beraneka ragam budaya dan kekhasan masing-masing. Berkembang beberapa suku seperti Jawa, Tionghua dan Arab, serta memiliki budaya yang menarik yang merupakan perpaduan budaya-budaya yang dahulunya merupakan cikal-bakal Semarang. Merujuk pada bangunan sejarah dan nama-nama tempat di kota Semarang, maka kebudayaan yang pada saat lalu berkembang seperti Islam, Tionghua, Eropa dan Jawa (pribumi). Keempat kebudayaan tersebut berbaur yang berpengaruh penting pada perkembangan Semarang tempo dulu. Sisa kebudayaan tersebut masih berdiri dengan kokoh diterpa budaya modern yang berada disekitar Pasar Johar (Kali mberok). Perdalam Coretan

Meretas Jalan Menuai Waktu di Lawang Sewu yang Artistik dan Unik

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu (seribu pintu), merupakan bangunan yang termasuk cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Letaknya berada di pusat kota Semarang dikelilingi secara berkerumun bangunan dengan konsep yang lebih modern. Namun, bangunan ini tetap berdiri kokoh dan masih sempurna artistik dan keunikannya. Dahulunya, Lawang Sewu merupakan bangunan yang berfungsi sebagai kantor perkeretaapian jaman Hindia Belanda atau biasa disebut dengan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. NIS merupakan perusahaan swasta di bidang kereta api, dan merupakan perusahaan asing pertama yang membangun lintas kereta api di Pulau Jawa pertama kali, bahkan di Indonesia baru pertama kali. Jalur pertama yang dibuat melintasi dari Semarang menuju Surakarta dan Jogjakarta sebagian menuju ke  Ambarawa.  Jalur tersebut mulai dibuat pada tahun 1867. Perdalam Coretan

Kota Lama Semarang : Jelajah Kampung Eropa Malam Hari

Kawasan Kota Lama Semarang

Kota lama Semarang dimulai pertama kali pada abad ke 18 ketika era pemerintahan Hindia Belanda. Hampir sama dengan kota lama-kota lama di berbagai kota besar di sepanjang pulau Jawa seperti Surakarta, Jogjakarta dan Jakarta. Semarang juga memiliki kota lama dimana ketika itu sebagai pusat perekonomian dan budaya masyarakat Jawa Tengah sekaligus menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda yang berada di Jawa Tengah. Pada masanya dahulu beberapa etnis berkumpul menjadi satu di area kota lama Semarang. Dibagian utara yang dipotong oleh Kali Mberok terdapat kawasan kampung melayu yang beragama islam dengan peninggalan berupa Masjid Layur (Masjid Menara) , sementara di sisi barat terdapat kawasan orang Jawa islam dengan dibangunnya Masjid Kauman Semarang.  Sedang disisi selatan, terdapat pemukiman keturunan cina yang berkumpul menjadi satu membentuk kawasan Pecinan Semarang. Sedang bagian dalam Kota Lama terdapat bagunan arsitektur yang bagus, masyarakat menamai dengan gereja Blenduk. Perdalam Coretan

Explore Museum Kereta Api Ambarawa

Letaknya di Kota Ambarawa, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Semarang atau Jogjakarta. Letaknya yang mudah terjangkau, menjadikan Museum Kereta Api Ambarawa menjadi obyek wisata andalan kota tersebut. Apabila petualang dari arah Semarang, akses jalan yang harus dilewati hanya menuju selatan ke arah Ungaran lalu setelah sampai pertigaan Bawen silakan menuju ke arah Jogjakarta (belok kanan) menuju tugu Palagan Ambarawa. Apabila dari Jogjakarta, petualang hanya perlu berjalan lurus menuju arah Semarang dan langsung ke pertigaan tugu Palagan Ambarawa. Setelah sampai di tugu Palagan Ambarawa, petualang langsung saja belok kiri (arah Semarang) atau kanan (arah Jogja), nah sekitar 100 meter lagi sudah sampai di museum Kereta Api Ambarawa. Perdalam Coretan

Must See Places in Semarang

Semarang, sebuah kota kecil di pesisir laut jawa di bagian utara, merupakan bagian dari provinsi Jawa Tengah. Semarang berbatasan dengan Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat. Untuk menuju kota ini, anda bisa menggunakan sarana transportasi mulai udara (bandara A. yani), Laut ( Pelabuhan Tanjung Emas), dan Darat (Terminal Terboyo).

Ketika datang ke Semarang, banyak tempat yang bisa dikunjungi yang banyak tersedia di kota semarang. Perdalam Coretan

%d blogger menyukai ini: