Arsip Blog

Akhir Pekan (Edisi Jawa Tengah)

I love Weekend.. Yuk Wisata ke Jawa Tengah..

I love Weekend.. Yuk Wisata ke Jawa Tengah..

Akhir pekan memang menyenangkan, apalagi kalau libur panjang. Bisa memanfaatkan dengan maksimal bersama teman atau keluarga tercinta. Petualang tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh dan melelahkan, hanya untuk menciptakan suasana Petualangan yang hebat! Nah bagi pecinta petualangan sejarah dan alam, kami pandu beberapa tempat yang sangat eksotis, hebat di sepanjang Jawa Tengah tentu saja bagus untuk berfoto ria. Yuk simak apa saja. baca lagi

Melihat Keindahan Gunung Merapi Dan Merbabu dari Ketep Pass.

Ketep Pass Magelang (Museum dan Gardu Pandang)

Di Jawa Tengah banyak menyebar pegunungan yang sangat indah dan menajubkan untuk disaksikan langsung, bisa dengan melihatnya dari kejauhan atau mendaki hingga atas puncak. Kalau di Dataran Tinggi Dieng, Petualang bisa melihat kemegahan pegunungan dari dekat. Namun untuk menikmati Gunung Kembar Sindoro dan Sumbing, Petualang bisa menyaksikan dari kejauhan pun nampak bagus. Nah, di sekitar Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Megelang terdapat tempat yang menarik untuk melihat eksotisme alam. Orang lebih banyak menyebutnya dengan Ketep Pass yang merupakan Gardu Pandang untuk melihat gunung Merapi dan Merbabu nampak lebih dekat dalam satu sudut yang sama. Selain Pandang, di Ketep Pass juga banyak titik-titik yang menarik lainnya. Perdalam Coretan

Candi Plaosan : Kemegahan Candi Kembar Dibalik Reruntuhan.

Candi Plaosan Prambanan nampak depan

Menjelajah candi-candi di Jogjakarta tidak hanya menuju candi Prambanan (candi Sewu) dan Istana Ratu Boko saja. Puluhan candi terbentang banyak dari Klaten hingga Magelang melewati Propinsi Jogjakarta. Nah salah satu candi yang jarang di kunjungi oleh banyak Petualang adalah Candi Plaosan. Dengan melihat secara langsungpun Para petualang bisa menebak bahwa candi Plaosan merupakan candi yang dibuat ketika Jawa dikuasai oleh Wangsa Sailendra yang menganut Budha. Dilihat dari ciri-ciri candi budha yang mudah dikenali adalah ornamen khas bunga dan candi berbentuk lebih cenderung datar.  Petualang dapat menuju Candi Plaosan baik Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Perdalam Coretan

Keraton Surakarta : Perpaduan Kemegahan Eropa dan Keunikan Jawa.

Keraton Surakarta

Keraton Surakarta (Solo) atau disebut sebagai Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan keraton dengan gaya dan arsitektur yang sangat unik. Keraton ini tertelak di kota Surakarta biasa disebut dengan nama Solo yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Keraton Solo merupakan perpaduan yang khas antara gaya eropa dan etnik Jawa dalam setiap sudut dan tata ruang Keraton. Secara sejarah Keraton Solo di bangun oleh Pakubuwono II sekitar tahun 1744. Berbicara tentang Keraton, tak lepas dari sejarah kerajaan-kerajaan islam yang penah berjaya di tanah jawa. Ketika Kerajaan Islam Pajang mulai memperlihatkan titik surut, maka mulailah berdiri kerajaan mataram yang didirikan oleh Sultan Ageng Hanyokrokusumo. Dalam beberapa dekade, kerajaan ini sangat kuat dan jaya, namun akhir kerajaan Mataram Islam tidaklah semanis masa jayanya.

Kerajaan Mataram Islam harus terpecah menjadi dua bagian barat dan timur pada tahun 1755 dengan sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Giyanti. Dalam kesepakatan tersebut membagi Mataram Islam menjadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di sebelah barat kali Opak Prambanan dan Keraton Surakarta Hadiningrat yang berada di sebelah timurnya. Untuk sisi sebelah barat telah dikupas ditulisan sebelumnya dan sekarang lebih mengenal tentang Keraton Solo yang merupakan perpaduan antara kemegahan Eropa dan Keunikan etnik Jawa yang mempesona. Perdalam Coretan

Candi Ratu Boko : Istana Megah di Atas Bukit.

Jika petualang sempat mampir di Candi Prambanan, pasti akan di tawari tiket terusan ke komplek istana Ratu Boko. Letaknya hanya beberapa menit ke arah selatan melewati pasar Prambanan menuju Piyungan yang dapat di akses dengan kendaraan apapun. Walaupun tidak terkenal seperti Candi Prambanan dan Borobudur, ternyata Istana Ratu Boko menyimpan keunikan dan kemegahan tersendiri dari istana yang di bangun sekitar abad ke-8 tersebut. Bangunan dengan kelengkapan yang hampir sempurna mirip dengan istana-istana di negara lain. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat jawa jaman dulu, sudah berkembang mengenai arsitektur dan sosiologi kemasyarakatan. Perdalam Coretan

Desa Wisata Jawa Tengah : Selo (The last of six papers)

Desa wisata Selo, terletak di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dengan persimpangan jalur antara Solo – Selo – Borobudur (SSB) menjadi daya pikat yang menarik. Kawasan dengan ekosistem yang memiliki pengelolaan terbaik. Di daerah ini, alam dan lingkungan serta kehidupan tradisi masyarakat setenpat menjadikan Selo mempunyai daya tarik sendiri yang mengagumkan. Desa Wisata Selo terletak di ketinggian 1600 hingga 1800 dari permukaan laut, sehingga mempunyai suasana yang sejuk dan dingin.

Disuguhi dengan pemandangan gunung Merapi di sebelah selatan dan Merbabu di sebelah utara plus panorama perdesaaan yang menjadikan keunggulan dari kawasan Desa Wisata Selo Boyolali. Jalur yang mudah terjangkau dari kota Boyolali, dalam perjalanan menuju Selo para petualang sejati dapat melihat sketsa rangkaian jajaran bukit yang berkelok dan kemilau ijo royo-royo. Suasana sejuk dan dingin di atas perbukitan sangat menarik untuk berjalan dan menyusuri kawasan Selo. Perdalam Coretan

Desa Wisata Jawa Tengah : Kampung Batik Laweyan (The second of six papers)

Kampung Batik Laweyan merupakan tempat favorit turis baik lokal maupun mancanegara. Laweyan merupakan kawasan tua di kota Solo yang sangat penting dan terkenal karena hasil budaya yang sangat menarik yaitu kain batik. Pengunjung dapat langsung membeli kain batik yang tersedia di penjuru sudut gang Kampung Batik Laweyan.

Batik merupakan karya seni tradisional yang banyak ditekuni oleh masyarakat Laweyan Solo sampai sekarang. Laweyan merupakan kawasan sentra industri yang sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang 1546 M. Suasana kegiatan membatik di Laweyan tempo dulu banyak didominasi oleh keberadaan para juragan batik sebagai pemilik usaha batik. Perdalam Coretan

%d blogger menyukai ini: