Liputan : Dieng Culture Festival #4

Dieng Culture Festival atau sederhanya di singkat DCF adalah salah satu icon baru dari obyek wisata di Dataran Tinggi Dieng yang dimiliki oleh dua Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Walaupun secara penyelengaraan DCF dilakukan oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara. DCF tahun ini (2013) merupakan keempat kalinya di adakan. Pada setiap tahunnya DCF telah menarik ribuan pengunjung dari seluruh Indonesia dan masyarakat Dunia.

Dieng Culture Festival 4

Selain wisatawan dari dalam negeri, ternyata banyak juga wisatawan dari mancanegara, termasuk duta besar yang hadir dalam festival ini. Pada awalnya DCF adalah sebuah prosesi sakral dimana pada puncak acaranya adalah pencukuran rambut gimbal anak-anak Dieng. Namun juga menjadi wadah pengenalan ragam budaya dan kesenian yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Maka tak heran apabila, CDF dilaksanakan selama 3 hari. Apa saja sih yang ada di DCF kali ini.

Pada tiap tahunnya Dieng Culture Festival selalu dilaksanakan sekitar bulan Juni – Juli. Pada DCF tahun 2013 dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 30 Juni 2013. Pada DCF 4 ini acara yang sajikan cukup beragam dan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Secara garis besar begini sususan kegiatannya Tanggal 28 : Pembukaan, Pergelaran Seni dan Lampion.  Tanggal 29 : Wayang Kulit, Pergelaran Seni dan Pesta kembang Api. Tanggal 30 : Potong Rambut Anak Gembel, penutupan.

Dieng Culture Festival 4

Bila Petualang belum pernah kesana sebelumnya, lebih baik siapkan beberapa persiapan festival. 1. Booking Penginapan, 2. Persiapkan Bekal, 3. Chek lagi ketika akan berangkat. Banyak penginapan dan homestay yang ada di Dieng sendiri, kalau tidak tahan dingin, Petualang bisa mencari penginapan di sekitar Kota Wonosobo. Jarak tempuh dari Wonosobo sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Sementara sekitar 1.5jam dengan bus jurusan Wonobono – Dieng.

Dieng Culture Festival Rambut Gembel

Jangan lupa membeli ID card peserta Dieng Culture Festival.  Agar bisa mengakses seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam 3 hari tersebut. Banyak kemudahan yang didapat dengan menggunakan ID card tersebut. Pada tahun 2013 harganya Rp. 30.000/orang, belum termasuk tiket terusan dan masuk lokasi wisata. (hehe narsis :D)

Partisipant

Sebenarnya banyak sekali cerita di DCF, namun pada acara intinya saja liputan ini di tulis. Sekitar pukul 10.00 wib dilakukan kirab rambut gembel yang dimulai dari desa Dieng hingga parkir/terminal bus di Komplek Candi Arjuna. Beberapa orang nampak membawa sesaji yang akan dipergunakan untuk prosesi pemotongan rambut gembel. Dan beberapa membawa seserahan yang diminta oleh anak-anak yang akan dipotong rambutnya nanti. Anak yang akan di potong rambut gembelnya pada hari-hari sebelumnya diberikan permintaan apa saja yang mereka mau kepada orang tuanya.

Kirab Dieng Culture Festival

Kirab Dieng Culture Festival

Misalnya anak minta sepeda, maka orang tua harus memberikan itu. Jadi apapun permintaan si anak rambut gembel, maka orang tua harus memberikannya. Itulah khasnya pemotongan rambut gembel ini. Pada bagian lain, anak-anak dibawa ke sebuah pendopo dimana dilakukan prosesi siraman anak-anak yang berambut gembel yang ditemani oleh orang tua mereka masing-masing (ibu). Proses ini cukup sakral, karena adanya banyak sesaji dan jamuan yang menawan.

Dieng Culture Festival Siraman Anak Gembel

Dieng Culture Festival Siraman Anak Gembel

Setelah dilakukan siraman rambut gembel, maka anak-anak tersebut di kirab ke pusat komplek candi Arjuna. Tepat di candi Arjuna, satu demi satu anak-anak yang berambut gembel dipotong rambutnya hingga tidak lagi mempunyai gembel. Konon ceritanya, anak-anak yang berambut gembel ini walaupun di cukur bagaimanapun seringnya kalau tidak lewat prosesi seperti ini maka rambutnya akan tetap tumbuh gembel. Tidak heran apabila, dalam prosesi cukur rambut gembel di DCF#4 ada anak rambut gembel yang berasal dari luar Dieng. Sang ibunda bercerita bahwa si anak memang sejak lahir mempunyai rambut gembel, dicukur dengan cara apapun tetap tumbuh rambut gembel. Pada kesempatan tahun ini, ibunda ikut prosesi di DCF berharap titisan dewa ini bisa tumbuh normal rambutnya.

dieng culture festival cukur rambut anak gembel

Setelah prosesi ini, sang guru sesepuh Desa melakukan ritual doa bersama. Lalu pada akhir penutupan, makanan dan minuman yang terhidang di depan candi menjadi rebutan oleh semua orang yang sejak dari pagi memadati kawasan Dieng Culture Festival. Cukup menyenangkan memang, keberagaman adat budaya dan kesenian lokal bisa ditampilkan dalam warna yang berbeda. kerarifan masyarakat lokal yang bersahaja ditambah dengan sejuknya alam raya Dieng yang indah nak menawan. Cukup membuat semua orang ingin datang lagi di Dataran Tinggi Dieng.

Dieng Culture Festival 4

____________________________________________

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 26 Juli 2013, in Perjalanan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. thx infonya boss, blm ksampaian pas Dcf ny nh boss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: