Arsip Blog

6 Hal Yang Perlu dilakukan Setelah Melakukan Perjalanan Wisata

Petualangan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, setelah direncanakan dengan matang dan baik, lalu mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk berpetualang. Setelah perjalanan yang panjang, tiba saat akhir sebuah petualangan yang luar biasa. Lalu apakah yang akan Petualang lakukan setelah tiba di rumah?

Pulang dari Petualangan (backpacker.co)

Pulang dari Petualangan (backpacker.co)

Kebanyakan dari kita adalah meletakan koper atau backpack lalu segera tertidur untuk sekian lama atau beristirahat selama beberapa hari, sementara yang lain kembali ke rutinitas kerja yang ekstra. Lalu pertanyaannya adalah, apakah hanya sampai disitu sebuah Petualang yang Hebat? Setelah capek merencanakan dan berakhir dengan sesuatu yang biasa. Berikut adalah hal-hal bisa  dilakukan setelah perjalanan akan membantu tetap sehat berenergi, merasa hebat. Perdalam Coretan

Tips Berpetualang Backpacker Khusus Para Gadis.

Backpacker dengan menggunakan tas rangsel dan berjalan disepanjang jalan adalah dunia lelaki. Eiit, tunggu dulu. Backpacker tidak selalu diasumsikan untuk lelaki, sementara para gadis harus menggunakan koper untuk berpetualang. Sebuah asumsi yang salah besar, karena perempuan juga bisa jadi backpacker sejati. Dengan menggunakan tas rangsel, perempuan bisa menjadi petualang yang hebat. Dengan kelebihan yang dimilikinya, bisa menjadikan momen perjalanan menjadi sangat menarik.

Gadis Backpacker Melakukan Petualang

Gadis Backpacker Melakukan Petualang

Ada beberapa yang perlu dipersiapakan untuk menjadi seorang gadis backpacker, selain pengalaman tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi juga butuh beberapa kemampuan sederhana untuk menciptakan suasana menjadi lebih seru dan bergembira. Pastinya, gadis backpacker sanggup melakukan petualangan apalagi jika dalam melakukan perjalanan dilakukan bersama-sama dengan sahabat dekat, hmm pastinya lebih menyenangkan bukan? Perdalam Coretan

Keraton Surakarta : Perpaduan Kemegahan Eropa dan Keunikan Jawa.

Keraton Surakarta

Keraton Surakarta (Solo) atau disebut sebagai Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan keraton dengan gaya dan arsitektur yang sangat unik. Keraton ini tertelak di kota Surakarta biasa disebut dengan nama Solo yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Keraton Solo merupakan perpaduan yang khas antara gaya eropa dan etnik Jawa dalam setiap sudut dan tata ruang Keraton. Secara sejarah Keraton Solo di bangun oleh Pakubuwono II sekitar tahun 1744. Berbicara tentang Keraton, tak lepas dari sejarah kerajaan-kerajaan islam yang penah berjaya di tanah jawa. Ketika Kerajaan Islam Pajang mulai memperlihatkan titik surut, maka mulailah berdiri kerajaan mataram yang didirikan oleh Sultan Ageng Hanyokrokusumo. Dalam beberapa dekade, kerajaan ini sangat kuat dan jaya, namun akhir kerajaan Mataram Islam tidaklah semanis masa jayanya.

Kerajaan Mataram Islam harus terpecah menjadi dua bagian barat dan timur pada tahun 1755 dengan sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Giyanti. Dalam kesepakatan tersebut membagi Mataram Islam menjadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di sebelah barat kali Opak Prambanan dan Keraton Surakarta Hadiningrat yang berada di sebelah timurnya. Untuk sisi sebelah barat telah dikupas ditulisan sebelumnya dan sekarang lebih mengenal tentang Keraton Solo yang merupakan perpaduan antara kemegahan Eropa dan Keunikan etnik Jawa yang mempesona. Perdalam Coretan

Laksamana Muslim Cheng Ho

Cheng Ho, adalah seorang pelaut dan penjelajah Cina terkenal yang melakukan pelayaran jelajah samudra antara tahun 1405 hingga 1433.  Cheng Ho memang dari keluarga muslim. Ia anak dari Haji Ma Ha Zhi dan ibu dari marga Oen (Wen) di Desa He Tay, Kabupaten Kun Yang. Cheng Ho merupakan salah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan yang baik kepada Kaisar Cina Yongle yang berkuasa dari tahun 1403 hingga 1424 yang merupakan kaisar ketiga dari dinasti Ming.

Cheng Ho mempunyai nama asli Ma He, juga dikenal dengan sebutan Man Sanbao, yang berasal dari provinsi Yunnan. Cerita berawal ketika Yunnan dalam masa ekspansi kekaisaran Min, Cheng Ho muda ditangkap  dan kemudian di jadikan kasim. Cheng Ho seorang yang bersuku Hui, yang secara fisik hampir mirip dengan suku Han yang mempunyai agama islam. Perdalam Coretan

%d blogger menyukai ini: