Menakluk Candi, Ekspedisi Candi Di Jawa Tengah dan Jogjakarta (Bagian Pertama)

Candi Borobudur Jawa Tengah

Candi Borobudur Jawa Tengah

Menakluk candi adalah sebuah perjalanan yang panjang, melewati kota-kota dan pegunungan yang ada di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Dilakukan dengan teknik back-packer menggunakan sepeda motor dilengkapi dengan manual maps plus map digital untuk memudahkan menemukan letak candi. Beberapa candi belum bisa tereksplorasi karena terkedala waktu dan jarak, begitu banyaknya candi yang ada di Jawa Tengah dan Jogjakarta tidak bisa semua ditulis di blog coretan petualang. Beberapa candi kecil yang tidak menjadi obyek wisata ternyata banyak menemukan keunikan tersendiri.

Sebenarnya ratusan candi menyebar di jawa selatan, namun memang yang terkenal dan menjadikan obyek wisata nasional seperti candi prambanan dan candi borobudur hanya baberapa saja sedang yang lainya kondisnya masih cukup aman, namun beberapa yang lain sudah sangat memprihatinkan. Walaupun candi-candi tersebut sudah menjadi aset nasional, namun sepertinya belum ada rencana serius pemerintah guna membuat candi yang ada menjadi baik. Menakluk candi yang dilakukan beberapa kali ekspedisi menyiratkan bahwa, saya pribadi perlu menyampaikan tentang keberadaan candi tersebut dan menyampaikan kepada semua pihak.

Selain candi prambanan dan borobudur, candi-candi yang lain akan ditulis dalam post ini, dimulai dari Candi Dieng.

  • Negeri Di Atas Awan, Negeri Bersemayam Para Dewa. Dieng Plateau Temples.

Merencakanan backpacker ke dieng memang dibilang sedikit repot, karena keterbatasan informasi terkait kondisi dieng. Namun persiapan yang cukup tidak mendadak, bisa dibilang sangat membantu. Berangkat dari Semarang pukul 03.00 dini hari. Dengan membawa semua perlengkapan yang ada, termasuk pakaian dan tentu saja kamera beserta amunisinya. Karena perjalanan yang jauh, hingga harus beberapa kali berhenti, itupun waktu itu berada pada puncaknya musim pancaroba.

Pada hari sebelumnya saya kontak homestay yang ada di dieng hujan ringan, entah hari ini. So, untuk jaga-jaga bawa rain coat untuk perlindungan sederhana.Sampai di Dieng sekitar pukul 8 am, setelah selesai dengan urusan booking homestay. Saatnya untuk istirahat sebentar sambil mempersiapkan beberapa keperluan pemotretan. Sebelum berangkat, sempat berbincang-bincang dengan pemilik homestay yang ramah tentang keadaan candi Dieng dan bagaimana enaknya eksplorasinya.Ternyata selain komplek candi arjuna, ada beberapa candi kecil lain yang ada disekitar dataran tinggi Dieng.

Petualang bisa membaca lebih lengkapnya di Dieng Plateau With Love (Candi-candi Dieng). Patut besyukur, bahwa cuaca pada saat itu adalah cerah dan terik.Pertama yang ditemui adalah candi Bima, candi ini terletak di pintu masuk kawah sikidang. Tempo hari (Maret 2013), saya sempat kesana lagi ternyata candi bima sedang dilakukan pemugaran. Sebenarnya letaknya mudah terjangkau, namun yaa bukan menjadi tujuan utama wisatawan, bagaimana lagi.

  • Candi Bima di Dieng Plateau
    Candi Bima di Dieng Plateau

    Candi Bima merupakan salah satu candi yang tertua yang ada di Dataran Tinggi Dieng yang hampir bersamaan pembangunannya dengan candi Arjuna (sekitar abad ke 7-8 M). Candi Bima sendiri dianggap sebagai perkembangan desain arsitektur candi yang mengarah pada bentuk Shikara atau menara bertingkat tingkat.

    Candi Bima Dieng Nampak Depan..

    Candi Bima Dieng Nampak Depan..

    Tempat selajutnya adalah komplek candi arjuna, yang menjadi pusat kunjungan para wisatawan. Di sekitara candi arjuna ini ternyata banyak candi kecil yang lain. Jauh dari pandangan masyarakat yang datang ke Dieng. Di pintu masuk, sekarang pintu masuk baru bisa langsung dari terminal baru. Sementara candi Gatotkaca ini terletak di pintu masuk lama, depan museum Kaliasa.

    Candi Gatotkaca Dieng

    Candi Gatotkaca Dieng

    Candi Gatotkaca Dieng

    Candi Gatotkaca Dieng

    Ada satu candi yang berdiri sendiri jauh namun hampir berdekatan dengan candi Arjuna, yaitu candi setiyaki. Kondisnya hampir mirip-mirip dengan candi Gatotkaca, tidak kelihatan karena faktor candi arjuna, mungkin saja. Candi Setiyaki berada di sebelah utara candi Arjuna. Sebenarnya kalau mau jalan kaki juga bisa, yaa kalau kaki belum capek mengintari Dieng.

    Dieng Candi Setyaki

    Dieng Candi Setyaki

    Candi Setyaki

    Candi Setyaki

    Tentu saja yang paling istimewa adalah komplek candi Arjuna. Penempatan tata letak komplek candi arjuna ini hampir sama persis dengan candi yang ada di jogjakarta, candi Ijo. Candi Ijo pada kesempatan ini akan dibahas juga. Juga mirip dengan candi ke-3 pada gugusan candi Gedong Songo. Cirikhasnya adalah 1 atau 2 buah candi utama berdampingan (berada di depan) dengan candi kecil yang berbentuk balok atau biasa disebut candi perwara.

    Kompek Candi Arjuna

    Kompek Candi Arjuna

    Selain Komplek candi Arjuna ada candi lain yang ada disebelahnya, yaitu candi semar (depan), candi Srikandi, candi Puntadewa dan candi Sembadra (sembodro : Jawa). Pada kebiasaan pembuatan candi-candi khususnya hindu di jawa, dimana selalu meletakkan candi utama yang dikelilingi candi-candi perwara (pelengkap / penjaga) pada bagian lainnya. Beberapa candi semisal candi Ijo, Candi Plaosan Utara dan Selatan, Candi Gedong Songo, dll, adalah candi-candi dengan kesamaan bentuk.

    Candi Perwara Dieng, Candi Semar, Sembadra, Srikandi

    Candi Perwara Dieng, Candi Semar, Sembadra, Srikandi

    Dilihat dari bekas reruntuhan candi arjuna (sembodro , srikandi ) kelihatan memang ada bekas pondasi pagar yang mengelilingi candi tersebut, pada awalnya dimungkinkan candi tersebut mempunyai pagar yang mengelilingi pusat candi. Berkaca pada candi Sambisari yang ada di Jogjakarta dimana candi tersebut juga dikelilingi oleh pagar batu.

    Candi Perwara Arjuna

    Candi Perwara Arjuna (Dari Kiri : Srikandi, Puntadewa, Sembadra)

    Secara keseluruhan nampak komplek candi arjuna yang disertai dengan candi perwara (semar) dengan bersebelahan candi-candi lain. Yang kelihatan menarik lagi, jelas bawa atap candi (kemuncak) ini hampir semuanya datar kecuali pada candi arjuna yang lebih berbentuk kerucut. Bahkan jika disandingkan dengan candi Setyaki, Gatotkaca dan Bima Sekalipun, hanya candi arjuna yang mempunya kemuncak lebih mengkerucut. Bisa saja memang pada awalnya memang candi-candi ini memiliki kerucut dibagian atasnya, kecuali candi Bima yang secara khusus mempunyai desain arstitektur besar yang mirip dengan candi Bhubaneswar yang ada di India.

    Candi Arjuna Komplek  dan Perwara Dieng Plateau

    Candi Arjuna Komplek dan Perwara Dieng Plateau

  • Jejak Candi Yang Hilang di Gedong Songo.

Masih menjajaki candi-candi yang ada di perbukitan. Ada komplek candi yang ada di bukit pegunungan Ungaran, masyarakat menyebutnya dengan Gedong Songo. Walaupun sebenarnya jumlah komplek candi tersebut tidak berjumlah songo (sembilan). Mirip-mirip dengan candi yang ada di Dieng, selain berada di atas bukit juga ada tempat air panas atau sumber belerang. Kalau candi di dieng sumber air panas semisal kawah Sikidang, dan beberapa kawah lain yang banyak menyebar di Dieng.

Gedong Songo Candi 3 (tiga)

Gedong Songo Candi 3 (tiga)

Candi ketiga Gedong Songo ini agak mirip dengan komplek candi arjuna bukan? Dengan 1 atau 2 buah candi utama dengan beberapa candi perwara yang ada di sekelilingnya.

Candi Tiga Gedong Songo,

Candi Tiga Gedong Songo,

Berbeda dengan candi pada komplek yang pertama dimana hanya menyisakan satu candi utamanya saja, sementara candi perwara memang tidak ada. Tidak ada bekas pemugaran atau sisa peninggalan di candi pertama ini.

Gedong Songo Komplek 1

Gedong Songo Komplek 1

Tapi pada candi kedua, nampak tersisa satu buah candi utama yang masih utuh sementara candi perwara hanya nampak bekas-bekas pondasinya saja pada bagian depan

 Gedong Songo Candi 2 (dua)

Gedong Songo Candi 2 (dua)

Gedong Songo Candi Ke 2

Gedong Songo Candi Ke 2

BERSAMBUNG (Next Post) : Candi Boko dan Candi di Sekitarnya.

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 1 Mei 2013, in Perjalanan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: