8 Persiapan Penting Sebelum Melakukan Traveling

Menyenangkan apabila perjalanan wisata sesuai dengan rencana yang diharapkan. Namun, ada beberapa problem yang perlu di antisipasi ketika Petualang akan melakukan perjalanan wisata. Kalau kemarin sudah dibahas bagaimana merencanakan wisata, nah sekarang saatnya untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum tiba saatnya berwisata.

Travel Plan Coretan Petualang

Travel Plan Coretan Petualang

Selain mempersiapkan berbagai kebutuhan selama perjalanan wisata, berapa hal juga perlu dipersiapkan agar tidak menjadi kendala selama berpetualang. Padahal, berpetualang adalah hal bebas, dimana tidak ada lagi persoalan kantor, urusan tagihan dan berbagai hal yang mungkin saja jadi masalah. Tips ini juga berguna saat akan mudik ke kampung halaman meninggalkan rumah yang ada di kota.

  • Hubungi Tetangga Rumah.

    Mempunyai tetangga memang suatu yang menyenangkan tersendiri. Bagaimanapun repotnya, bisa minta tolong apabila ada masalah. Kecuali memang Petualang mempunyai pembantu yang siap sedia untuk menjaga rumah. Coba hubungi tetangga atau  say berpamit ria ketika hendak pergi untuk beberapa lama. Selain berpamitan juga bisa menjadi ‘perpanjangan lidah’ ketika ada tamu, atau kiriman paket yang datang kerumah.

    Selain tetangga, keluarga juga bisa dimintai tolong menjaga rumah dan peliharaan, apabila punya keluarga disekitar komplek rumah. Tetangga atau keluarga selain membantu menjaga rumah juga sekaligus merawat beberapa hewan peliharaan, seperti ayam, ikan hias, kucing,  ataupun burung. Dengan memberikan kepercayaan dan sedikit “tips” kepada mereka, perjalananpun menjadi ringan bukan?

  • Hitung Perkiraan Biaya Perjalanan.

    Membawa uang cash seperlunya sangat aman ketika melakukan traveling. Hitunglah berapa perkiraan uang yang akan dikeluarkan selama berpetualang, sehingga tidak lagi ada persoalan kehabisan uang selama perjalanan berwisata. Beberapa kebutuhan yang mungkin saja keluar adalah biaya bahan bakar, makan, jalan tol, penginapan, oleh-oleh, obat, snack dan jajanan, pulsa dan lain sebagainya. Apabila berwisata di tempat yang jauh dari keramaian, usahakan membawa uang cash lebih sebagai cadangan.

    Tempat wisata seperti pegunungan, pantai dan danau di Indonesia kebanyakan tidak menyediakan ATM didekatnya. Agar tidak kehabisan uang ketika di tempat wisata, ada baiknya membawa cadangan uang cash untuk kebutuhan mendadak.

  •  Hari Pertama Yang Super Sibuk.

    Ketika berada di tempat wisata, dimana Petualang belum pernah kesana sebelumnya. Biasanya kebingungan dengan tempat tersebut, misalnya dengan kondisi kota atau pedesaan, letak hotel, restoran dan peta jalan. Nah, agar tidak seperti “ayam kehilangan Induknya’’ sebaiknya di hari pertama disiapkan secara maksimal kondisi lokal yang ada di tempat tersebut untuk kelancaran dihari berikutnya. Kalau pelupa, sebaiknya dicatat dalam handphone atau secarik kertas sehingga apabila membutuhkan tempat-tempat tersebut bisa cepat untuk menuju kesana.

    Tempat yang perlu diingat adalah penginapan, mesin ATM, kantor / pos polisi, warung makan, SPBU, jalur / jalan searah, tempat wisata lain, jalan keluar kota, dan jalan tol.

  • Rencanakan Rute Wisata.

    Teknologi sudah berkembang pesat, terutama tentang mapping. Sudah tidak saatnya lagi membawa peta kertas di setiap petualangan wisata atau bertanya pada orang lokal setiap kebingungan mencari jalan. Untuk menghindari “boros waktu” selama berpetualang, sebaiknya rencanakan dulu tempat-tempat yang akan dikunjungi. Dengan merencanakan rute jalan untuk menuju tempat wisata, akan mempercepat menuju tempat-tempat tersebut.

    Misalnya ketika berkunjung ke Jogjakarta, “boros waktu’’ apabila tempat pertama candi Ratu Boko kemudian tempat kedua Keraton Jogja sementara di tempat ketiga adalah candi Prambanan.

    Saat ini dengan bantuan GPS atau Digital Maps yang hampir ada di semua smatphone akan memudahkan menemukan tempat wisata atau rute yang akan dikunjungi. Atau kalau terpaksannya tidak ada, yaa harus beli peta manual atau print dari google maps lalu lingkari tempat yang akan dikunjungi.

  • Tidak Terima Panggilan Telepon.

    Merujuk pada peraturan pemerintah UU No.22 Tahun 2009 tentang adanya larangan melakukan kontak telepon atau sms saat berkendaraa memang dirasa baik. Saat menerima panggilan atau membalas sms, konsentrasi berkendara hampir berkurang hingga 50%. Memang sangat berisiko.

    Kalau menggunakan mobil, memang sebaiknya sudah persiapkan handphone untuk bisa di load speaker agar bisa menjawab seketika. Paling baik, apabila ingin berkomunikasi lama, sebaiknya berhenti di pinggir jalan. Jalan lupa nyalakan lampu sein samping.

  • Googling Tempat Wisata.

    Googling tempat yang akan dikunjungi sebelum melakukan petualang sangat dianjurkan. Dengan googling selain untuk mempersiapkan rute perjalanan, juga bisa menemukan informasi “rahasia” tentang tempat tersebut. Jangan melakukan googling setelah berada di tempat wisata, karena itu hanya akan membuang-buang waktu.

    Petualang ketika googling mungkin akan menemukan berbagai tips yang menarik seputar tempat wisata yang akan dikunjungi.

  • Lihat Ramalan Cuaca.

    Cuaca adalah faktor paling besar yang mempengaruhi kondisi petualangan, terutama hujan. Cuaca paling mudah saat berpetualang adalah pada saat musim hujan atau kemarau, namun sangat sulit pada saat musim pancaroba karena memang sulit memprediksi cuaca saat pergantian musim. Karena bisa jadi cerah dipagi hari namun hujan mulai siang sampai malam.

    Bagaimana cara memeriksa cuaca? Banyak cara seperti menonton berita pagi di stasiun televisi atau aplikasi weather yang ada di smartphone saat ini. Biasanya ada ramalan cuaca selama 1 bulan kedepan. Ya kembali lagi ke persoalan, namanya juga ramalan cuaca, bisa jadi tepat bisa jadi tidak terjadi. Namun denga melihat kondisi cuaca, Petualang dapat mempersiapkan segala sesuatu yang akan terjadi ketika berada di tempat wisata.

  • Daftarlah Perlengkapan “Kecil” 

    Dengan mandaftar atau membuat catatan tentang barang-barang ‘kecil’ yang akan dibawa berpetualang, akan tidak merepotkan ketika chek out dari penginapan. Beberapa barang mungkin saja tertinggal di penginapan, bagaimana kalau barang tersebut adalah kunci rumah? Sementara Petualang sudah melakukan setengah perjalanan pulang. Repotkan?

    Dengan membuat daftar dan mencatatnya ketika akan keluar dari penginapan akan mencegah kehilangan bahkan masalah yang lebih merepotkan.

Baca Juga :

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 26 April 2013, in Ide and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mau liburan memang butuh persiapan….
    Agar dalam perjalanan terasa aman, siap dan nyaman…

    Membuat kenangan indah bersama keluarga jadi puas banget 🙂

    Nice artikel…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: