Sesekali,berjalanlah dengan cara tak biasa

Yaa,sesekali kita berjalan dengan tidak biasa.
Rutinitas tiap waktu membuat jenuh bahkan teramat emosi.
Hampir-hampir,menjadi manusia dengan watak tempramental.

Dari bangun hingga larut malam,hanyalah sebuah seremonial hidup..
Memutar dan berjalan dalam gerak yang tidak berubah..
Teramat senang pada zona nyaman,hingga lebih mirip robot.
Dengan segala rutinitas yang sama tiap hari,bangun kerja makan santai dan tidur. bangun kerja santai makan dan tidur. Atau apalah kebiasaan kita..

Mirip robot,hanya mengulang perintah dalam prosesor. Namun tak bisa melakukan kebiasaan yang berbeda.
Berjalan dengan cara yang berbeda memberi warna dan pola yang menyenangkan. Bukan sekedar warna tanpa arti,dan pola tanpa makna.

Cobalah menjalankan ‘rutinitas’ yang berbeda, yang lebih berbeda dari biasanya.
Kita dapati tiap hari orang naik kerja dengan motor,hmm sesekali naik angkot dan merasakan ‘gosip’ ibu-ibu.
Sesekali naik motor,ketika tiap waktu naik angkot ketika kerja dan merasakan menjaga emosi dan melatih kesabaran.
Atau mencobalah pergi dengan pesawat,dan kita dapati mati bukan tidak mungkin hingga sadar akan kesalahan.
Sesekali,kita perlu rehat berlibur dari agenda kerja,bernafas lega dari kedipan layar komputer.

Jenuh,yaaa pasti. Rutinitas yang sama membuat ketidaknyamanan hati fikiran dan rasa.
Apakah kita hanya menumpuk gaji,sementara banyak yatim kelaparan..? Cobalah membantu sebagian punya mereka.
Apa mungkin kita sibuk dengan kerja,sementara anak-anak dirumah diasuh orang lain..? Sesekali,cobalah ajak mereka bermain belajar bersama.
Bagaimana empati kita,ketika lebih banyak uang habis di mall,sementara banyak orang ‘berharap’ zakat mal sama sekali nol. Sesekali,lebihkanlah zakat kita dari biasanya.

Ya,cobalah berjalan dengan cara tak biasa. Keluar dari kemelut rutinitas kita yang membelenggu.
Yang membuat kita merasa tidak nyaman.
Merasakan dunia yang berbeda dari kehidupan kita. Menciptakan alunan hari yang lebih bersimfoni.

Jangan takut keluar dari rutinitas,hanya sekedar menjaga rasa agar tetap lebih mantap.
Cobalah sebentar meninggalkan gaya robot,agar otak berbobot dan jiwa lebih berwibawa.
Hmmm..

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 20 April 2010, in Perenungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: