Masjid Agung Jawa Tengah

Sebuah masjid dengan keindahan arsitektur yang megah dibuat di lahan sekitar 10 hektar. Masjid ini dinamai Masjid Agung Jawa Tengah (MAJ). Masjid ini dibangun pada tahun 2001 sampai dengan 2006. Keindahan dan kemegahan bangunan merupakan daya tarik tersendiri. Banyak orang datang dari berbagai daerah untuk beribadah sekaligus berwisata dengan keluarga. Mulai dari lokal sampai luar propinsi bahkan mancanegara. Beberapa orang yang ditemui rata-rata motivasi mereka datang ke MAJ selain wisata juga dapat mendekatkan pada Sang Pencipta.

MAJ terletak di Jalan Gajah, beberapa kilometer dari Simpang Lima Semarang. Akses yang mudah terjangkau juga menjadikan MAJ sangat di gemari masyarakat. Kita bisa kesana dengan berbagai macam kendaraan, mulai dari bis sampai naik motor sendiri.

Untuk menuju Masjid Agung Jawa Tengah bisa melalui banyak rute dalam kota. Apabila Petualang memulai dari arah barat seperti Pekalongan dan Kendal, silakan menuju Mangkang – Kali Banteng (Bundaran Lurus arah Kota ke Jl Jendral Sudirman) – Tugu Muda – Jl Pandanaran – Simpang Lima – Jl Brigjend Sudiarto – Lottermart (Perempatan Lamper belok kiri – Jl Gajah, sekitar 20 menit maka akan sampai di depan Masjid Agung Jawa Tengah (sebelah kiri). Jika Petualang dari Kota Demak, rute yang bisa dilalui adalah : Jl. Kaligawe – Jl Raden Patah – Jl Widoarjo lalu belok kiri – Jl Citarum (SPBU belok kanan) – Jl Gajah – 10 menit sudah sampai di Masjid Agung Jawa Tengah.

Nah, bila dari arah selatan seperti Jogjakarta dan Solo bisa melewati AmbarawaUngaran – Banyumanik – Jl. Wahidin (pertigaan Java Mall belok kanan) – Jl Tentara Pelajar – Pasar Mrican belok kiri – Jl Lamper – Perempatan Lamper (Lotte mart) lurus – Jl Gajah – Masjid Agung Jawa Tengah.

MAJ sendiri cukup luas, belum bangunan sekitarnya. Termasuk serambi yang berada didepannya. Apabila kita memasuki MAJ, hanya dikenai infak parkir lima ratus rupiah bagi yang memakai motor. Belum masuk saja sudah di suguhi menara yang luar biasa tingginya. Dan eksotis serambi Masjid karya arsitektur mirip dengan bangunan Mesir sana.

Awal pertama yang dikunjungi adalah Menara MAJ. Ketika memasuki menara. Menara ini disebut sebagai menara Asma’ul Husna (99 nama Alloh yang baik) karena tingginya sekitar 99 meter.  Untuk masuk ke dalam menara kita membayar biaya wisata menara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) saja. Cukup murah untuk apa yang didapatkan nanti. Namun memang karena lift yang digunakan sedikit, kita perlu sedikit sabar antri ke atas. Setelah mendapatkan antrian, beberapa detik saja kita sudah sampai ke atas menara.

Diatas menara kita bisa melihat lanscape Kota Semarang, mulai dari Pelabuhan, Laut, Simpanglima dan beberapa daerah yang lain. Subhanallah, begitulah kebanyakan masyarakat yang melihat dari atas menara. Menara yang begitu luas, menjadikan kita bebas dalam berjalan. Apabila kita tidak puas dengan pemandangan dari menara, Pengurus MAJ memberikan fasilitas teropong jarak jauh. Hanya memasukan koin lima ratusan kita bisa melihat Kota Semarang dari atas lebih dekat.

Setelah puas, saatnya turun. Karena kitapun harus berganti dengan para pengunjung yang lain. Namun jangan buru-buru turun ke lantai dasar. Kita sempatkan mampir ke Museum Islam yang letaknya di menara. Ketika memasuki museum, kita akan disuguhi dengan bermacam peninggalan islam jaman dulu. Kisah masuknya islam di jawa,dan beberapa karya islam yang menarik. Museum ini cukup tenang, jadi mudah untuk belajar dan melihat-lihat. Kita juga bisa melihat sejarah islam dengan menggunakan komputer layar sentuh yang tersedia beberapa buah.

Setelah puas dengan perjalanan ke menara MAJ, kita akan menuju serambi. Keindahan bangunan ini lebih banyak digunakan untuk berfoto ria, duduk santai bersama keluarga atau teman. Beraneka senyum ceria menghiasi wajah mereka yang terasa ringan. Nah, yang menarik adalah payung yang sangat besar, jumlahnya ada 6. Payung tenda ini bisa di buka dan ditutup sesuai kebutuhan seperti ketika sholat ied atau pengajian.

Apabila belum puas, kita bisa menaiki kereta mobil bersama anak dan keluarga yang tercinta memutari kawasan MAJ. Tempat pembelian tiket ada di sebelah menara. Untuk hal satu ini, kita tak perlu mengantri lama, karena disediakan beberapa kereta mobil.

Waktu menjelang sore, banyak pengunjung datang lebih banyak. Kitapun bisa melihat lampu-lampu MAJ dihidupkan secara bergantian. Beberapa saat kemudian terdengarlah adzan maghrib, jangan buru-buru pulang. Panggilan adzan bukan panggilan untuk segera pulang kerumah. Segera ambil air wudhu yang berada di bawah lantai dasar, karena iqomah tidak akan menunggu lama.

Nah, anda tertarik? Silahkan mampir ke Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang) bila anda berkunjung ke Kota Wingko Babat ini..

Lihat Juga : Kota Lama Semarang : Jelajah Kampung Eropa Malam Hari
Masjid Agung Jawa Tengah : Dari Berbagai Sisi 

About Alif Kecil

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.

Posted on 19 April 2010, in Perjalanan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: