Coretan Petualang – Desa Wisata Jawa Tengah : Karimunjawa (The fourth of six papers)

Desa wisata Karimunjawa terletak di Laut Jawa, tepatnya 45 mill arah barat laut dari Kabupaten Jepara. Kawasan Krimunjawa terdiri dari 27 pulau yang masih alami dan hanya 5 di antaranya yang berpenghuni. Beberapa buah pulau terbentuk dari terumbu karang dan tertutup oleh lapisan pasir. Pulau-pulau tersebut menyimpan berbagai potensi dan keindahan alam, barisan bukit, pantai berpasir putih dan alam bawah laut.

Keindahan panorama hayati seperti terumbu karang, rumput laut, dan pantai yang sangat eksotis dengan biota laut yang beraneka ragam, hutan mangrove, gunung dan sisa hutan tropis dataran rendah, semuanya dalam hamparan yang masih alami sehingga menjadikan kepulauan Karimunjawa sebagai Taman Nasional Laut. Dengan kesederhanaan namun menyimpan beragam potensi yang sangat banyak, seperti rusa dan kera ekor panjang maupun fauna akuatik yang terdiri atas 242 jenis ikan hias dan 133 genera akuatik.

Dengan alamnya yang indah dan relatif masih murni, Karimunjawa menawarkan daya tarik wisata alam yang indah dan menawan untuk para petualang sejati, yaitu wisata bahari dan wisata petualangan alam. Selain alam yang indah, penduduk Karimunjawa yang multietnis membuat kawasan ini pun menarik untuk disimak sebagai keunikan budaya, tradisi, dan keindahan seninya.

Tidak puas dengan hanya menikmati alam saja, petualang sejati perlu untuk mecoba beberapa permainan olah raga yang mendebarkan dan memacu adrenalin. Pelancong bisa menyelam, snorkelling, memancing, berenang, berkemah, susur pantai, jelajah alam laut dengan kapal kaca, dan melihat aneka hayati yang unik di akuarium salah satunya berisi ikan hiu.

Belum berkeinginan untuk pulang rumah dan masih ingin melanjutkan petualang alam. Desa wisata Karimunjawa juga menyediakan wisata budaya dan keanekaragaman tradisi penduduk yang sangat menajubkan. Berbagai atraksi budaya terdapat di kawasan ini, seperti reog (kuda lumping), pencak silat, rebana, dan gamelan Jawa. Ada juga atraksi-atraksi yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat setempat, misalnya pelepasan penyu, upacara pelepasan perahu, dan khoul sunan Nyamplungan (peringatan satu Suro). Legenda Nyamplungan membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mendatangi makam sunan Nyamplungan dan peninggalan-peninggalannya.

Setelah puas dengan segala petualang yang menajubkan, pelancong bisa membawa berbagai macam cinderamata yang sangat menarik, unik dan istimewa untuk sendiri atau buah tangan orang tersayang. Berbagai macam barang kerajinan yang sebagian besar terbuat dari kayu-kayu langka, seperti
kayu Setigi, kayu Dewadaru, dan kayu Kalimasada merupakan keunikan tersendiri dari kepualauan Karimunjawa. Hasil-hasil kerajinan yang lain berupa tongkat, keris, dan tasbih.

Selain hasil kerajinan, di kepulauan ini juga terdapat barang-barang cinderamata lainnya berupa hasil industri rumah tangga, seperti kaus, topi, ikan teri, ikan asin, jenang, makanan olahan dari rumput laut, dan minyak kelapa. Barang-barang kerajinan ini dapat dengan mudah diperoleh di toko-toko penjual barang-barang cinderamata yang berada di pusat kota Karimunjawa.

Untuk menuju Desa Wisata Karimunjawa, pelancong bisa melewati berbagai sarana transpottasi yang telah disediakan. Pelancong bisa menuju Karimunjawa dari Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas, dan dari Jepara lewat pelabuhan Kartini. Apabila dari Semarang (pelabuhan Tanjung Mas) menggunakan KMC Kartini I, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB dan Senin, pukul 7.00 WIB.

Ingin Lewat Kabupaten Jepara (pelabuhan Kartini) berangkat setiap hari Senin, pukul 10.00 WIB. Bila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB. dan Rabu, pukul 9.00 WIB. Untuk pulang dari Karimunjawa pelancong bisa menggunakan sarana transportasi yang ada. Waktunya, Setiap hari Minggu, pukul 14.00 WIB dan setiap hari Selasa, pukul 9.00 WIB. Apabila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Senin dan Kamis, pukul 9.00 WIB.

Ada alergi mabuk laut atau ingin cepat sampai, pelancong bisa menggunakan sarana transportasi udara menuju Karimunjawa dari bandara Ahmad Yani, Semarang, dengan pesawat sewa jenis CASSA 212 yang disediakan oleh Kura-kura Resort. Waktu tempuh kurang lebih tiga puluh menit dari bandara Ahmad Yani ke lapangan udara Dewadaru, Karimunjawa.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.255 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: